Jumat, 21 Oktober 2011

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE



Enam langkah dasar dalam mendesain database yaitu :
1.      Perencanaan awal awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru.
Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.
2.      Mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup system baru yang diajukan serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu Anda membuat keputusan awal mengenai persyaratan hardware dan software.
3.      Mencakup pengembangan berbagai skema berbeda untuk system yang baru, pada tingkat konseptual, eksternal, dan internal.
4.      Mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam system yang baru tersebut. Ini adalah tahap pengembangan aplikasi baru.
5.      Ini adalah tahap terakhir berkaitan dengan penggumaan dan pemeliharaan system yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja system baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasikan system.

Di dalam analisis mengenai persyaratan dan tahap desain, akuntan berpartisipasi dalam mengindentifikasikan kebutuhan informasi pemakai, mengembangkan skema logis, mendesain kamus data (data dictionary), serta mnentukan pengendalian. Akuntan dengan keahlian SIA yang baik dapat berpartisipasi dalam tahap pengkodean (coding). Selama tahap implementasi, akuntan dapat membantu menguji keakuratan database yang baru tersbut dan program aplikasi yang akan menggunakan data tersebut. Terakhir, akuntan menggunakan system database untuk memproses transaksi, dan kadang-kadang bahkan membantu mengolahnya.

Pembuatan Model Data (data modeling) adalah proses menyusun database, agar database tersebut benar-benar mewakili seluruh aspek organisasi, termasuk interaksi organisasi lingkungan eksternal.
Dua alat penting yang dapat dipergunakan oleh akuntan untuk memungkinkan keterlibatan dalam pembuatan model data adalah diagram E-R dan model data REA.


Diagram Hubungan-Entitas (Entity-Relationship)
Diagram hubungan-entitas (entity-relationship) merupakan suatu tekhnik grafis yang menggambarkan skema database. Disebut sebagai diagram E-R karena diagram tersebut menunjukan berbagai entitas yang dimodelkan, serta hubungan antar-entitas tersebut. Entitas (entity) adalah segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan organisasi. Di dalam diagram E-R, entitas muncul dalam bentuk persegi panjang, sedangkan hubungan antar-entitas diwakili dalam bentuk wajik. Diagram E-R tidak hanya menunjukan isi dari suatu database tetapi juga secara grafis merupakan model suatu organisasi.

Model Data REA
Model data REA secara khusus dipergunakan dalam desain database SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang focus terhadap aspek semantic bisnis yang mendasariaktivitas rantai nilai suatu organisasi. model data REA memberikan petunjuk dalam desain database dengan cara mengindentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan ke dalam database SIA, dan dengan cara menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database tersebut.

Jenis-jenis Entitas
Model data REA mengkalisifikasi entitas ke dalam tiga kategori, yaitu : sumber daya (source), yang didapat dan dipergunakan organisasi, dan pelaku (agent) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sumber daya (resource) adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi dan persediaan adalah entitas sumber dayanya. Mesin dan perlengkapan, pasokan, gudang, pabrik, dan tanah adalah contoh-contoh sumber daya organisasional umum lainnya.
Kegiatan (event) adalah berbagai aktivitas lainnya bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian.
Model data REA membantu orang mendesain database yang mendukung manajemen kegiatan rantai nilai organisasi. Oleh sebab itu,sebagian besar kegiatan dalam model data REA termasuk dalam satu dari dua kategori : pertukaran ekonomi dan komitmen. Pertukaran Ekonomi (economic exchange) adalah kegiatan rantai nilai secara langsung mempengaruhi jumlah sumber daya, contoh kegiatan penjualan akan menurunkan jumlah persediaan, dan kegiatan penerimaan kas akan meningkatkan jumlah kas. Komitmen mewakili janji untuk melakukan pertukaran ekonomi di masa mendatang, contoh pesanan pelanggan adalah komitmen semacam ini merupakan awal yang dibutuhkan untuk adanya pertukaran ekonomi selanjutnya. Pelaku (agent) adalah entitas jenis ketiga dalam model data REA. Pelaku adalah orang-orang dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi.

Pola Dasar REA (Basic REA Template)
Model data REA menetapkan pola dasar tentang bagaimana ketiga jenis entitas (sumber daya, kegiatan dan pelaku) seharusnya berhubungan satu sama lain.

Membangun Diagram REA Untuk Satu Siklus Transaksi
Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut :
1.      Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar member-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.
2.      Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
3.      Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan perukaran ekonomi.
4.      Tetapkan kardinilitas (cardinalities) setiap hubungan.

Tiga jenis hubungan terdapat kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antar-entitas, tergantung dari kardinilitas maksimum yang berhubungan dengan setiap entitas.
1.      Hubungan satu-ke-satu (one-to-one relationship)  (1:1) terjadi saat kardinilitas maksimum untuk setiap entitas dalam hubungannya adalah 1.
2.     Hubungan satu-ke-banyak (one-to-many relationship)  (1:N) terjadi kardinilitas maksimum dari suatu entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinilitas maksimum entitas lainnya dalam hubungan tersebut adalah N.
3.  Hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many relationship) (M:N) terjadi saat kardinlitas maksimum kedua entitas dalam suatu entitas dalam suatu hubungan adalah N.
Aturan untuk Menspesifikasi Kardinilitas dibagi beberapa yaitu :
a.       Aturan Kardinilitas untuk Hubungan Pelaku-Kegiatan (Agent-Event relationship)
b.      Aturan Kardinilitas untuk Hubungan Sumber daya-Kegiatan
c.       Aturan Kardinilitas untuk Hubungan Kegiatan-kegiatan( Event-event Relationship)


Mengimplementasikan diagram REA dalam Database Relasional
Mengimplementasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu:
1.      Membuat sebuah table untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many).
2.      Memberikan atribut ke table yang tepat.
3.      Menggunakan kunci luar (foreign key) untuk mengimplementasikan hubungan satu-ke-satu (one-to-one) dan hubungan satu-ke-banyak (one-to-many).

Menetapkan kunci Utama (primary key), setiap table di dalam database relasional harus memiliki sebuah kunci utama, yang terdiri dari sebuah atribut, atau kombinasi dari beberapa atribut, yang secara unik mengindentifikasikan setiap baris dalam table tersebut
Menetapkan atribut lain ke table yang tepat, Atribut tambahan selain kunci utama dimasukan dalam setiap table untuk memenuhi persyaratan pemrosesan transaksi dan kebutuhan informasi manajemen.
Atribut Non-kunci (nonkey atribut), atribut ini termasuk dalam table hubungan M:N yang menghubungkan kedua table.

·         Memadukan Diagram REA Antar-Siklus
·         Menggunakan Diagram REA
Pengambilan Informasi dari SIA
Sejumlah elemen yang ada pada SIA tradisional seperti :
a.       Jurnal
b.      Buku Besar
c.       Informasi mengenai piutang
Dalam kenyataannya, informasi tersebut ada, tetapi disimpan dalam format yang berbeda.
Menghasilkan Jurnal dan Buku Besar permintaan data (queries) dapat digunakan untuk menghasilkan jurnal dan buku besar dari database relasional yang dibuat dengan menggunakan model REA.informasi biasanya ditemukan dalam jurnal yang disimpan dalam table-tabel yang digunakan untuk mencatat data mengenai kegiatan. Contohnya, jurnal penjualan dapat dihasilkan dengan cara menulis permintaan (query) yang menampillkan entri (entry) yang sesuai dalam table penjualan selama periode tertentu.


Judul buku      : Accounting Information System (Sistem Informasi Akuntansi) Edisi 9

Pengarang        : Marshall B. Romney
                             Paul John Steinbart

Penerbit            : Salemba Emapat

Halaman           : 131 - 161

Bab 5 Pembuatan Model Data dan Desain Database



Tidak ada komentar:

Posting Komentar